KOTA BATU - PortalJTV – Pemerintah Kota Batu kembali membuka peluang emas bagi generasi muda melalui program beasiswa 1.000 Sarjana Mbatu SAE tahun 2026. Namun, berbeda dari sebelumnya, kali ini Pemkot memberi sinyal tegas: kuota terbatas dan seleksi akan semakin ketat.
Melalui Dinas Pendidikan Kota Batu, program ini resmi dibuka bagi mahasiswa asal Kota Batu yang sedang menempuh pendidikan Diploma 4 hingga Strata 1. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
“Ini kesempatan besar bagi putra-putri Kota Batu. Tapi harus diingat, kuota terbatas dan seleksi ketat. Jadi manfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).
Tahun ini, Pemkot Batu membuka enam kategori beasiswa yang bisa dipilih sesuai latar belakang dan capaian pendaftar. Mulai dari beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu yang terdaftar dalam DTSEN, hingga jalur prestasi akademik dengan minimal IPK 3,25 dan prestasi non-akademik tingkat provinsi hingga internasional.
Tak hanya itu, tersedia juga jalur khusus bagi penghafal Al-Qur’an minimal 10 juz, penyandang disabilitas, guru non-ASN yang belum sarjana, hingga perangkat desa melalui skema beasiswa pembangunan daerah.
“Program ini kami desain inklusif, menjangkau berbagai kalangan dengan kebutuhan yang berbeda. Semua punya kesempatan yang sama,” imbuhnya.
Namun, Pemkot juga memberi peringatan keras. Penerima beasiswa dilarang menerima bantuan serupa dari sumber APBN maupun APBD lainnya. Jika melanggar, konsekuensinya tidak main-main: dana harus dikembalikan ke kas daerah.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring, namun tidak berhenti di situ. Peserta juga wajib mengumpulkan proposal fisik dalam dua rangkap yang dikirim ke dua titik berbeda di Balai Kota Among Tani.
Selain itu, status kependudukan menjadi syarat mutlak. Pendaftar harus merupakan warga Kota Batu dengan Kartu Keluarga yang terbit maksimal 1 Januari 2025.
Yang tak kalah penting, sistem akan otomatis ditutup sewaktu-waktu jika kuota sudah terpenuhi. Artinya, siapa cepat dia dapat.
“Jangan menunda. Begitu kuota terpenuhi, pendaftaran langsung ditutup. Ini bukan hanya soal memenuhi syarat, tapi juga soal kecepatan dan ketelitian,” tandasnya.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Batu ke depan. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















